Setiap Jumat pagi, murid SD Al Mumtaz memulai hari dengan ritual sederhana: mengisi kotak donasi kelas dengan uang saku yang mereka sisihkan sendiri. Tidak ada paksaan, tidak ada nominal minimal, hanya ajakan untuk berbagi.
Yang istimewa, pengelolaan donasi diserahkan kepada perwakilan kelas. Mereka mencatat total, memutuskan tujuan donasi mingguan, dan melaporkan hasilnya ke seluruh kelas pada hari Senin berikutnya. Guru hanya berperan sebagai pendamping.
"Saya senang karena uang yang saya sisihkan benar-benar diantar ke yang membutuhkan. Saya tahu ke mana perginya."